Tampilkan postingan dengan label Luar Angkasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luar Angkasa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2013

10 Fakta tentang Planet Jupiter



1. Tercepat Mengitari Orbit.
Selain besar, Jupiter juga merupakat planet tercepat dalam mengitari orbit. Hanya butuh sekitar sepuluh jam untuk menyelesaikan satu rotasi. Kecepatan rotasi memberi kontribusi kuat pada bidang magnetik planet bersama radiasi yang mengelilinginya.

2. Planet Bercincin.
Terdapat cincin yang mengitari Jupiter.Cincin utama debu yang tertinggal dari Meteoroid saat bertabrakan dengan empat bulan (Thebe, Metis, Adrastea dan Almathea). Para Ilmuwan baru- baru ini menemukan cincin samara menyerupai bentuk donat dengan nama halo cincin.

3. Terdapat Badai.
Badai yang terjadi di Jupiter memiliki beberapa kesamaan dengan badai di Bumi. Badai di Jupiter tidak berlangsung lama, rata-rata 3-4 hari. Namun badai besar kuat bisa terjadi akibat debu yang membuat udara basah naik ke bagian atas troposfer yang berubah menjadi awan termasuk petir. Badai kuat di Jupiter jauh lebih besar dari pada di Bumi. Badai besar dialami di Jupiter setiap 15-17 tahun sekali.

4. Pemilik Bulan Terbanyak.
Sejauh ini, Jupiter memiliki 63 bulan, 4 bulan besar yang disebut Galilea ditemukan pada 1610 oleh Galileo Galilei. Bulan tersebut adalah Io, Europa, Ganymede dan Callisto. Ganymede adalah bulan terbesar berukuran 3.270 mil. Yang menarik adalah Io yang berisi gunung berapi, danau lava dan kaldera besar. Gunung di Io bisa mencapai ketinggian 52.000 kaki atau 16 kilometer.

5. Terdapat Titik Merah Besar.
Pada tahun 1665, astronim Giovanni Cassini pertama kali mengidentifikasi adanya titik merah besar di Jupiter. Terlihat seperti badai raksasa dengan ukuran 40.000 Km. Namun saat ini ukurannya hanya setengah dari ukuran semula. Planet ini terdiri dari hidrogen padat, air, nitrogen, helium. Kencangnya angin dan ion menyebabkan badai dengan petir (mirip titik merah besar).

6. Lokasi dan Ukurannya.
Jupiter adalah planet kelima terdekat menuju Matahari yang terletak antara Mars dan Saturnus. Jupiter juga merupakan planet terbesar, jika dibandingkan sama dengan 122 bumi. Jika berbicara volume lebih dari 1.300 bumi bisa muat dalam Jupiter. Gravitasi yang dilakukan Jupiter adalah dua setengah kali lebih kuat dari yang dilakukan Bumi. jika orang dgn massa 100 kg berada di jupiter maka beratnya adalah 2400 N.. Masa Jupiter adalah 317 kali lebih besar dari Bumi atau dua setengah kali dari semua planet yang tersisa dalam sistem tata surya kita.

7. Asal Nama Jupiter.
Nama Jupiter berasal dari mitologi Romawi yang merupakan dewa utama. Dalam mitologi tersebut Jupiter disebutkan sebagai anak Saturnus, saudara dari Pluto dan Neptunus. Jupiter menikah dengan Juno. Namun Jupiter berselingkuh dengan banyak wanita lainnya dan memiliki anak dari empat planet bulan terbesar (Io, Europa, Ganymede dan Callisto). Semuanya diberi nama pencinta Jupiter.

8. Sudah Didatangi 8 Satelit Manusia.
Sejauh ini 8 satelit dari Bumi sudah “ditugasi” meneliti Jupiter. Satelit tersebut masing-masing Pioneer 10, Pioneer 11, Voyager 1, Voyager 2, Galileo, Ulysses, Cassini-Haugens dan New Horizons. Pionner 10 diluncurkan pada 1972 dan pesawar ruang angkasa pertama yang mengunjungi Jupiter. Pionner 10 dan 11 mengunjungi planet terbesar ini pada 1973 dan 1974, diikuti Voyager 1 dan 2 yang diekplorasi pada 1979. Enam belas tahun kemudian giliran Ulysses, Galileo (1995), Cassini-Huygens (2000) dan New Horizons (2007). Pesawat ruang angkasa lainnya yang dijadwalkan diterbangkan adalah Juno pada Agustus 2011 dan diperkirakan akan mencapai Jupiter Agustus 2016.

9. Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang.
Untuk melihat Jupiter kita bisa menyaksikannya dengan mata telanjang. Ketika melihat langit malam, Jupiter merupakan objek paling terang besama Venus dan Bulan yang merupakan benda terang dalam tata surya kita. Bahkan Jupiter lebih terang dari bintang paling terang yang disebut Sirius. Dengan sepasang teropong atau teleskop kecil, Jupiter terlihat muncul dengan lingkaran putih dengan empat bulang terang lainnya (Ganymede, Io, Europa dan Callisto).

10. Memiliki medan magnet yang kuat.
Jupiter memiliki medan magnet terkuat dalam sistem tata surya. Sangat menakjubkan empat belas kali lebih kuat dari Bumi. Beberapa astronom percaya bahwa medan magnet Jupiter diciptakan gerakan hydrogen metalik yang ditemukan jauh di dalam planet. Medan magnet menangkap partikel terionisasi dari angin dan kecepatan matahari. Akibatnya partikel menciptakan radiasi sekitar Jupiter yang dapat menyebabkan kerusakan yang besar pada pesawat ruang angkasa yang ingin mendapatkan gambar dari dekat pada planet besar itu.


 

Sabtu, 26 Januari 2013

MISTERI- MISTERI LUAR ANGKASA YANG BELUM TERPECAHKAN


1. Bayangan Manusia Dalam Eagle Nebula

Salah satu fakta unik yang pernah diambil dari ruang diangkasa adalah dari nebula eagle. foto itu sendiri seharusnya menunjukan kelahiran bintang baru dari awan gas. Namun, ketika foto itu ditampilkan di CNN, ratusan panggilan masuk dari orang orang melapaorkan bahwa mereka bisa melihat wajah di awan. Ketika warna foto itu disesuaikan suatu bentuk manusia besar tampak muncul didalam awan. Ilmuan belum mampu menjelaskan fenomena ini.



2. Dari Manakah Datangnya Galaksi?

Apa yang kita ketahui adalah bahwa galaksi tidak tersebar secara acak di seluruh ruang angkasa. Mereka ditemukan dalam kelompok kelompok yang dikenal sebagai "gugus super". Para ilmuan mempunyai 2 teori utama untuk menjelaskan pembentukan galaksi, pertama gas yang tersisa dari ledakan besar berkumpul bersama untuk membentuk galaksi, dimana bintang bintang dan planet lahir. Kedua adalah bahwa gas dari big bang menciptkan bintang bintang dan planet di seluruh alam semesta, dan mereka bermigrasi melalui gravitasi ke galaksi.



3. Mungkinkah Ada Bumi yang Lain?

Sebuah fakta bahwa sejak tahun 2000, ratusan planet diluar tata surya telah ditemukan mengorbit di bintang bintang jauh. Beberapa diantaranya telah ditemukan dari bumi seperti planet Gliese 581d, planet ini diyakini memiliki air cair dipermukaannya. Mungkinkah mengandung kehidupan? semoga dengan kemajuan tekonologi ke depan kita akan tahu jawabannya.



4. Misteri Alam Semesta yang Lain

Teorinya adalah bahwa ada suatu jumlah tak terbatas alam semesta. Masing masing diatur oleh seperangkat hukum sendiri dan hukum fisika. Banyak ilmuan menolak argumen ini tak lebih dari spekulasi, karena tidak ada bukti atau hukum matimatika yang memungkinkan untuk keberadaan alam semesta yang lain. Hal ini dapat ditemukan jawabannya jika kita melakukan perjalanan kesana. namun dengan adanya perluasan alam semesta, maka manusia mustahil akan menemukan jawabannya.

5. Misteri Masalah Kegelapan

Persamaan Albert Einstein mungkin persamaan paling terkenal di abad ini. Namun bila diterapkan dalam ruang, anomali akan terjadi ketika kita menggunakannya untuk menentukan berapa banyak materi yang alam semesta harus miliki. Kita menyadari bahwa kita hanya menemukan 4% dari materi alam semesta. Dimanakah sisanya? Banyak yang percaya ada dalam bentuk materi gelap. tapi pertanyaannya dimanakah gelap ini?


6. Benarkah Ada Kehidupan di Planet Mars?

Banyak foto yang dipertanyakan dengan peradaban di mars, seperti wajah mars, piramida di mars, dan foto yang tampaknya seperti sosok kera duduk diatas batu di mars. Namun, para ilmuan telah menghilangkan prasangka atau bukti- bukti temuan ini. Tapi, mereka juga mengakui dan mereka percaya cairan samudra pernah menutupi permukaan mars sebelum medan magnet itu menghilang. Apakah mungkin pernah ada kehidupan disana?



7. Penampakan UFO

Mayor Gordon Cooper pada akhir perjalanan solo 22 orbit mengelilingi bumi ketika ia menyatakan bahwa dari salah satu jendela ia bisa melihat objek hijau menyala mendekati dengan cepat. Objek kemudian berbelok tajam dan terpelanting. Setelah kembali ke bumi para wartawan ingin bertanya tentang objek itu, namun para pejabat NASA tidak mengijinkannya.





8. "White" Holes

Apa yang dibuktikan Einstein juga melalui persamaannya, jika ada lubang hitam, maka lubang putih juga ada. Berlawanan dari lubang hitam, lubang putih di yakini "memuntahkan" sejumlah materi yang luar biasa dahsyat. Namun ini masih menjadi misteri yang sangat sedikit diketahui.

9. Reruntuhan Bangunan Di Bulan

Teori konspirasi menyatakan bahwa memang ada reruntuhan kuno dan bangunan di bulan. Tetapi pemerintah telah menyangkal dari pengamatan masyarakat. Baru baru ini ilmuan mengumumkan mereka yakin bahwa mereka telah menemukan air. Mungkin dalam bentuk es atau bentuk cair dibawah permukaan bulan. Bagi teori konspirasi, ini adalah bukti yang mereka butuhkan, sementara kritikus hanya menanggap mereka sebagai "spekulasi konyol".

Bimasakti Punya 17 Miliar "Bumi"



KOMPAS.com — Hasil studi terbaru yang dipaparkan dalam American Astronomical Society Conference di California, Senin (7/1/2013), mengungkap bahwa jumlah planet seukuran Bumi di Bimasakti mencapai angka 17 miliar, terdapat di satu di antara enam bintang.

Sejumlah planet mengorbit bintangnya pada jarak yang relatif dekat, lebih dekat dari jarak orbit Merkurius. Studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui jumlah planet seukuran Bumi yang mengorbit pada jarak lebih jauh, berada pada zona layak huni.

Misi pencarian planet ekstrasolar selama ini dilakukan oleh teleskop Kepler. Riset menunjukkan, 17 persen dari kandidat planet yang ditemukan Kepler berukuran 0,8-1,25 kali ukuran Bumi serta mengorbit dalam waktu 85 hari atau kurang.

Persentase planet Bumi super dengqn ukuran 1,25 kali Bumi dengan waktu orbit sekitar 150 hari lebih besar sebanyak 25 persen. Persentase yang sama juga dimiliki planet mini Neptunus dengan ukuran 2-4 kali Bumi dan mengorbit dengan waktu sekitar 250 hari.

Sementara itu, planet yang lebih besar lebih jarang. Hanya tiga persen dari kandidat planet tergolong kelas Neptunus, berukuran 4-6 kali Bumi. Hanya 5 persen yang tergolong gas raksasa, berukuran 6-22 kali Bumi dan mengorbit bintangnya dengan periode sekitar 400 hari atau kurang.

Francois Fressin, peneliti dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics yang mempresentasikan hasil itu, mengatakan, planet mengitari semua jenis bintang. Ia juga mengungkapkan, ada banyak faktor yang mendukung kehidupan di Bumi yang belum ditemui di planet lain.

"Ada sejumlah 20-30 faktor pendukung kehidupan yang kita ketahui di Bumi yang mungkin tak ditemui di planet lain. Contohnya, mungkin akan sangat jarang menemui planet serupa Bumi yang hanya sebagian tertutup air," papar Fressin seperti dikutip Discovery, Senin hari ini.

Dalam paparannya, Fressin juga mengungkap bahwa ada 461 kandidat planet lagi yang ditemukan oleh Kepler. Total, ada 2.740 kandidat planet yang ditemukan. Penelitian pada kandidat planet itu diharapkan mampu mengungkap adanya Bumi kedua.


Fakta Tentang Black Hole

Lubang hitam atau Black Hole adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar.Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum.Medan gravitasi begitu kuat sehingga 8 kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya.

Misteri lubang hitam yg bertebaran di jagad raya dapat dikatakan hampir mirip dengan konserp rentetan kejadian-kejadian aneh yg terjadi di kawasan Segitiga Bermuda.

Tapi berbeda dg kasus-kasus di Segitiga Bermuda yg rata-rata menelan kapal laut maupun pesawat terbang, black hole dapat berukuran lbh besar dari matahari dan mampu menarik dan menelan apa saja yg berada di dekat nya termasuk planet-planet. Bahkan partikel cahaya pun tidak mampu untuk meloloskan diri dari tarikan gravitasi black hole yg super dashyat.

Istilah “lubang hitam” telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali.


Proses Terbentuk nya Black Hole

Teori lubang hitam dikemukakan lebih dr 200 tahun yg lalu.Pada 1783 , ilmuwan John Mitchell mencetuskan teori mengenai kemungkinan wujud nya sebuah lubang hitam setelah beliau meneliti dan mengkaji teori gravitas Isaac Newton.
Beliau berpendapat, jika objek yg dilemparkan tegak lurus ke atas, maka ia akan terlepas dr pengaruh gravitasi Bumi setelah mencapai kecepatan lebih dr 11 km/s, maka tentu ada planet atau bintang lain yg memiliki gravitasi lebih besar daripada Bumi.

Istilah “lubang hitam” pertama kali digunakan oleh ahli fisika Amerika Serikat, John Archibald Wheeler pada 1968. Wheeler memberi nama demikian karena lubang hitam tidak dapat dilihat, karena cahaya turut tertarik ke dalam nya sehingga kawasan di sekitar nya menjadi gelap. Menurut teori evolusi bintang, lubang hitam berasal dr sejenis bintang biru yang memiliki suhu permukaan lebih dari 25.000 derajat Celcius.

Ketika pembakaran hidrogen di bintang biru yg memakan waktu kira-kira 19 juta tahun selesai, ia akan menjadi bintang biru raksasa. Kemudian,bintang itu menjadi dingin dan menjadi bintang merah raksasa. Dalam fase itulah,akibat tarikan gravitasi nya sendiri, bintang merah raksasa mengalami ledakan dahsyat atau sering disebut dengan Supernova dan menghasilkan 2 jenis bintang yaitu bintang Netron dan Black Hole.


Pertumbuhan Black Hole

Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan tersedot. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menyedot apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menyedot material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya.

Contoh : bayangkan matahari kita menjadi lubang hitam dengan massa yang sama. Kegelapan akan menyelimuti bumi dikarenakan tidak ada pancaran cahaya dari lubang hitam, tetapi bumi akan tetap mengelilingi lubang hitam itu dengan jarak dan kecepatan yang sama dengan saat ini dan tidak tersedot masuk kedalamnya. Bahaya akan mengancam hanya jika bumi kita berjarak 10 mil dari lubang hitam, dimana hal ini masih jauh dari kenyataan bahwa bumi berjarak 93 juta mil dari matahari. Lubang hitam juga dapat bertambah massanya dengan cara bertubrukan dengan lubang hitam yang lain sehingga menjadi satu lubang hitam yang lebih besar.


Cakram gas

Dengan sifatnya yang tidak bisa dilihat, pertanyaan kemudian adalah bagaimana mendeteksi adanya suatu lubang hitam? Kesempatan yang paling baik untuk mendeteksinya, diakui para ahli, adalah bila ia merupakan bintang ganda (dua bintang yang berevolusi dan saling mengelilingi). Lubang hitam akan menyedot semua materi dan gas-gas hasil ledakan termonuklir bintang di sekitarnya. Dari gesekan internal, gas-gas yang tersedot itu akan menjadi sangat panas (hingga 2 juta derajat!) dan memancarkan sinar-X. Dari sinar-X inilah para ahli memulai langkah untuk menjejak lubang hitam.

Pada 12 Desember 1970, AS meluncurkan satelit astronomi kecil (Small Astronomical Satellite SAS) pendeteksi sinar-X di kosmis bernama Uhuru dari lepas pantai Kenya. Dari hasil pengamatannya didapatkan bahwa sebuah bintang maha raksasa biru, yakni HDE226868 yang terletak dalam konstelasi Cygnus (8.000 tahun cahaya dari bumi) mempunyai pasangan bintang Cygnus X-1, yang tidak dapat dideteksi secara langsung.

Cygnus X-1 menampakkan orbitnya berupa gas-gas hasil ledakan termonuklir HDE226868 yang bergerak membentuk sebuah cakram. Cygnus X-1 diperhitungkan berukuran lebih kecil dari Bumi, tapi memiliki massa enam kali lebih besar dari massa matahari. Bintang redup ini telah diyakini para ilmuwan sebagai lubang hitam. Selain Cygnus X-1, Uhuru juga mendapatkan sumber sinar-X kosmis, yakni Cygnus X-3 dalam konstelasi Centaurus dan Lupus X-1 dalam konstelasi bintang Lupus. Dua yang disebut terakhir belum dipastikan sebagai lubang hitam, termasuk 339 sumber sinar-X lainnya yang dideteksi selama 2,5 tahun masa operasi Uhuru.

Eksplorasi sumber sinar-X di kosmis masih dilanjutkan oleh satelit HEAO (High Energy Astronomical Observatory) atau Einstein Observatory tahun 1978. Satelit ini menemukan bintang ganda yang lain dalam konstelasi Circinus, yakni Circinus X-1 serta V861 Scorpii dan GX339-4 dalam konstelasi bintang Scorpius.

Tahun 1999, dengan biaya 2,8 milyar dollar, AS masih meluncurkan teleskop Chandra, guna menyingkap misteri lubang hitam. The Chandra X-ray Observatory sepanjang 45 kaki milik NASA ini telah berhasil membuat ratusan gambar resolusi tinggi dan menangkap adanya lompatan-lompatan sinar-X dari pusat galaksi Bima Sakti berjarak 24.000 tahun cahaya dari Bumi. Mencengangkan, karena bila memang benar demikian (lompatan sinar-X itu) menunjukkan adanya sebuah lubang hitam di jantung Bima Sakti, maka teori Albert Einstein kembali benar. Ia menyatakan, bahwa di jantung setiap galaksi terdapat lubang hitam!

“Dugaan semacam itu sungguh sangat dekat dengan kenyataan,” kata Frederick Baganoff yang memimpin penelitian, September 2001, kepada Reuters di Washington. Para ilmuwan pun mulai melebarkan pencarian terhadap putaran gas di sekitar tepi-tepi jurang ketiadaan ini, layaknya mencari pusaran air.

Pencarian lubang hitam dan kebenaran teori-teori yang mendukungnya memang masih terus dilakukan para ahli, seiring makin majunya teknologi dan ilmu pengetahuan. Pertanyaan kemudian, bila lubang hitam bertebaran di kosmis, apakah nanti pada saat kiamat, monster ini pula yang akan melenyapkan benda-benda jagat raya? (ron)

Bila ditelusuri istilah lubang hitam, sebenarnya belum lah lama populer. Dua kata ini pertama kali diangkat oleh fisikawan AS bernama John Archibald Wheeler pada tahun 1968. Wheeler memberi nama demikian karena singularitas ini tak bisa dilihat. Mengapa demikian? Penyebabnya tidak lain karena cahaya tak bisa lepas dari kungkungan gravitasi singularitas yang maha dahsyat ini. Daerah di sekitar singularitas atau lazimnya disebut sebagai Horizon Peristiwa (radiusnya dihitung dengan rumus jari-jari Schwarzschild R = 2GM/C2 dimana G = 6,67 x 10-11 Nm2kg-2, M = kg massa lubang hitam, C = cepat rambat cahaya) menjadi gelap. Itulah sebabnya, wilayah ini disebut sebagai lubang hitam.

Dengan tidak bisa lepasnya cahaya, serta merta sekilas kita bisa membayangkan sendiri kira-kira seberapa besar gaya gravitasi dari lubang hitam. Untuk mulai menghitungnya, ingatlah bahwa cepat rambat cahaya di alam mencapai 300 juta meter per detik. Masya Allah. Lalu, apalah jadinya bila benar sebuah wahana buatan manusia tersedot ke dalam lubang hitam? Dalam hitungan sepersejuta detik saja, tentunya dapat dipastikan wahana tersebut sudah remuk menjadi bubur.

Lebih dua ratus tahun silam, atau tepatnya pada tahun 1783. pemikiran akan adanya monster kosmis bersifat melenyapkan benda lainnya ini sebenarnya pernah dilontarkan oleh seorang pendeta bernama John Mitchell. Mitchell yang kala itu mencermati teori gravitasi Isaac Newton (1643-1727) berpendapat, bila bumi punya suatu kecepatan lepas dari Bumi 11 km per detik (sebuah benda yang dilemparkan tegak lurus ke atas baru akan terlepas dari pengaruh gravitasi bumi setelah melewati kecepatan ini), tentu ada planet atau bintang lain yang punya gravitasi lebih besar. Mitchell malah memperkirakan di kosmis terdapat suatu bintang dengan massa 500 kali matahari yang mampu mencegah lepasnya cahaya dari permukaannya sendiri.

Lalu, bagaimana sebenarnya lubang hitam tercipta? Menurut teori evolusi bintang (lahir, berkembang, dan matinya bintang), buyut dari lubang hitam adalah sebuah bintang biru. Bintang biru merupakan julukan bagi deret kelompok bintang yang massanya lebih besar dari 1,4 kali massa matahari. Disebutkan para ahli fisika kosmis, ketika pembakaran hidrogen di bintang biru mulai usai (kira-kira memakan waktu 10 juta tahun), ia akan berkontraksi dan memuai menjadi bintang maha raksasa biru. Selanjutnya, ia akan mendingin menjadi bintang maha raksasa merah. Dalam fase inilah, akibat tarikan gravitasinya sendiri, bintang maha raksasa merah mengalami keruntuhan gravitasi menghasilkan ledakan dahsyat atau biasa disebut sebagai Supernova.

Supernova ditandai dengan peningkatan kecerahan cahaya hingga miliaran kali cahaya bintang biasa kemudian melahirkan dua kelas bintang, yakni bintang netron dan lubang hitam. Bintang netron (disebut juga Pulsar atau bintang denyut) terjadi bila massa bintang runtuh lebih besar dari 1,4 kali, tapi lebih kecil dari tiga kali massa matahari. Sementara lubang hitam mempunyai massa bintang runtuh lebih dari tiga kali massa matahari. Materi pembentuk lubang hitam kemudian mengalami pengerutan yang tidak dapat mencegah apapun darinya. Bintang menjadi sangat mampat sampai menjadi suatu titik massa yang kerapatannya tidak terhingga, yang disebut singularitas tadi.

Di dalam kaidah fisika, besaran gaya gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak atau dirumuskan F ยต 1/r2. Dari formula inilah kita bisa memahami mengapa lubang hitam mempunyai gaya gravitasi yang maha dahsyat. Dengan nilai r yang makin kecil atau mendekati nol, gaya gravitasi akan menjadi tak hingga besarnya.
Para ilmuwan menghitung, seandainya benda bermassa seperti bumi kita ini akan menjadi lubang hitam, agar gravitasinya mampu mencegah cahaya keluar, maka benda itu harus dimampatkan menjadi bola berjari-jari 1 cm!


Fakta2 Menarik mengenai BlackHole

Cahaya melengkung begitu dalam di dekat lubang hitam sehingga apabila Anda berada dekatnya dan berdiri membelakangi, Anda akan dapat melihat berbagai bayangan dari setiap bintang di jagat raya, dan dapat melihat bagian belakang dari kepala Anda sendiri.

Di bagian dalam sebuah lubang hitam, ketentuan-ketentuan soal jarak dan waktu berlaku kebalikan: seperti halnya saat ini Anda tidak dapat menghindar dari perjalanan menuju masa depan, di dalam lubang hitam Anda tidak dapat mengelak dari singularitas sentral.

Apabila Anda berdiri pada sebuah jarak aman dari lubang hitam dan melihat seorang teman terjatuh ke dalamnya, dia akan terlihat bergerak melamban dan hampir berhenti ketika sampai di tepian event horizon. Bayangan teman itu akan memudar dengan sangat cepat. Sayangnya, dari sudut pandangnya sendiri dia akan melintasi event horizon dengan aman, dan akan bertemu dengan ajalnya di singularitas.

Lubang-lubang hitam adalah objek-objek yang paling sederhana di jagat raya. Anda dapat menggambarkannya secara utuh dengan hanya mengetahui massa, olakan, dan muatan listriknya. Sebaliknya, untuk melukiskan secara utuh sebutir debu saja, Anda harus menjelaskan posisi dan kondisi seluruh atomnya.

Seperti yang ditemukan Hawking, lubang-lubang hitam dapat menguap, tetapi dengan sangat lambat. Bahkan untuk seukuran massa sebuah gunung akan bertahan selama sepuluh miliar tahun, dan untuk massa yang sama dengan matahari proses penguapan akan selesai setelah 10^ 67 tahun.

Lubang hitam tidak meradiasikan cahaya, dan sebuah objek yang terjatuh ke dalamnya tidak akan mampu lagi memancarkan cahayanya. Semua itu menjadikan upaya mendeteksi lubang hitam akan sangat menantang. Hanya ketika sebuah lubang hitam berada dalam wujudnya yang kembar dan efek gravitasi menyebabkan pasangannya itu menghasilkan gas, kita dapat mendeteksi sinar-X. Sinar yang berasal dari piringan-piringan di sekitar lubang hitam terlihat sangat mirip dengan sinar yang berasal dari piringan-piringan di sekitar bintang-bintang neutron.

Anda dapat pula menduga keberadaan sebuah lubang hitam di pusat sejumlah galaksi apabila bintang-bintang bergerak sangat cepat di sekitar sejumlah objek yang tidak terlihat. Pernah adanya pendapat dari Prof.JownKin.H.Steel :
Bahwa

“Suatu hari nanti Bumi Beserta WAKTU-WAKTU-nya akan terserap habis oleh Monster Gravity ini”